Tutorial Cara Membuat Database dan Tabel di DBMS MySQL Server Menggunakan PHPMyAdmin

PHPMyAdmin adalah aplikasi GUI (Graphical User Interface) untuk DBMS MySQL Server. Ia merupakan aplikasi yang sudah semestinya digunakan dalam pembelajaran dan development Database Server dan Aplikasi Pengolahan Data dan Sistem Informasi yang menggunakan MySQL sebagai database.
Ada 2 alasan utama mengapa Kita pilih PHPMyAdmin. Jika Anda tidak menggunakan PHPMyAdmin terutama untuk kegiatan pembelajaran materi Database dan Aplikasi Pengolahan Data dan Sistem Informasi maka Anda harus mendatangkan alasan dan bukti yang bisa mematahkan 2 alasan berikut ini.
Pertama, PHPMyAdmin tidak saja telah menjadi aplikasi standar di banyak paket aplikasi development aplikasi berbasis web seperti XAMPP dll namun ia juga telah menjadi aplikasi standar di banyak hosting provider, baik yang menyediakan hosting gratis maupun bayar. Jadi, menggunakan PHPMyAdmin berarti menjadikan kegiatan pembelajaran cocok dengan praktek nyata di lapangan kerja. Istilahnya, “link and match” antara kampus dan industri atau antara akademisi dan praktisi.
Kedua, PHPMyAdmin mudah untuk digunakan. Kegiatan pembelajaran yang baik dan benar adalah kegiatan pembelajaran yang mengajarkan ilmu dari yang paling mudah dan terus meningkat secara sistematis. Tidak baik dan tidak benar pembelajaran Database menggunakan MySQL dalam bentuk aslinya, yakni melalui console atau command prompt.

Pembahasan
Cara termudah untuk menggunakan PHPMyAdmin tergantung sistem operasi yang Anda gunakan.
Jika menggunakan MS Windows maka search menggunakan search engine kemudian download paket aplikasi seperti XAMPP kemudian install.
Jika menggunakan Linux maka lebih mudah lagi. Jalankan saja aplikasi manajemen aplikasi seperti Ubuntu Software Center atau Synaptic Package Manager. Ketikkan PHPMyAdmin dan MySQL Server di form search. Install keduanya.

1.   Menjalankan PHPMyAdmin
1.      Buka Browser, misalnya Firefox.
2.      Ketik pada address bar localhost/phpmyadmin

        3.  Login ke MySQL Server menggunakan account default, yaitu Username root tanpa password (password dikosongkan).


2. Membuat database
1.      Klik tab Database



2.      Ketik nama database misalnya latihan pada Database name. Jika lebih dari satu kata, sebaiknya gunakan underscore (_) sebagai ganti spasi.

3.      Pilih kemudian klik Create.


3.    Membuat tabel
Tabel berada di database. Jadi, untuk membuat tabel, Anda harus masuk ke database. Ada 2 cara, cara pertama klik Server:localhost di bagian paling atas (navigasi) kemudian klik nama database dari daftar database yang ditampilkan, cara kedua dengan mengklik daftar database pada sidebar di sebelah kiri.

1.      Ketikkan nama tabel pada Name, misalnya biodata, tentukan jumlah kolom pada Number of colums, misalnya 4 kemudian klik Go.


2.      Form pembuatan tabel tersebut meskipun terlihat rumit sebenarnya ia mudah. Cukup isi 3 

      elemen form paling kiri sbb:
1.      Name, isi dengan nama kolom.
2.      Type, pilih tipe data yang sesuai dengan jenis data yang akan disimpan. Nantikan posting berkaitan penjelasan teoritis mengenai tipe data.
3.      Lenght/Values
1.      Lenght diisi dengan jumlah digit maksimal, wajib diisi untuk tipe data VARCHAR.
2.      Values diisi pilihan value untuk tipe data ENUM dan SET
Ada 2 tambahan untuk kolom ID yang Kita jadikan sebagai kunci utama dari tabel:
Index, pilih PRIMARY untuk menjadikannya kunci utama tabel. Kunci utama adalah data yang akan membedakan antara record yang satu dengan record yang lain secara unik pada tabel tersebut, misalnya NIM untuk mahasiswa atau NIP untuk karyawan.
A_I, centang untuk membuat isi dari kolom ID ini diisi secara otomatis dengan angka urut mulai dari 1 sampai dengan angka maksimal yang bisa ditampung sesuai tipe data yang dipilih. Inilah cara paling sederhana namun sangat efektif dan efisien untuk membuat primary key.
Table comments dapat Anda isi dengan penjelasan mengenai tabel. Untuk Storage Engine Kita pilih MyISAM karena tabel Kita belum akan menerapkan transaksi. Setelah selesai klik Save.


4.    Mengisi Tabel

1.      Klik Menu (Action) Insert untuk nama tabel pada daftar tabel (daftar tabel ada di sidebar sebelah kiri atau klik nama database untuk menampilkan daftar tabel milik database tersebut)
2.      Isi pada bagian Value kemudian klik Go.
Untuk ID dikosongkan saja karena akan diisi dengan nomor urut otomatis sesuai dengan properti Autoincrement kolom tersebut yang telah Kita tentukan pada saat pembuatan tabel.
3.      Untuk melihat hasilnya klik Browse.

Penutup
Pada tutorial ini kita telah membahas prinsip dasar pembuatan database dan tabel di DBMS MySQL menggunakan PHPMyAdmin. Tutorial ini begitu sederhana, singkat dan mudah, namun akan selalu Anda gunakan pada saat mempelajari dan membangun database dan Aplikasi Sistem Informasi.
Keterampilan yang dibahas di tutorial ini merupakan prasyarat sebelum Anda mempelajari Framework Al Muyassar untuk mempelajari dan membangun Sistem Informasi berbasis Web.
Tidak hanya itu, keterampilan ini juga merupakan pintu gerbang pembelajaran penggunaan database relasi yang merupakan metode yang lebih baik dan benar dalam proses pengolahan data menjadi informasi dibandingkan spreadsheet.


0
Macam-Macam Storage Engine Yang Ada Di MySQL
MySQL merupakan salah satu DBMS (Database Management System) yang paling banyak digunakan saat ini. Data di MySQL disimpan dalam file-file (memori) menggunakan berbagai teknik berbeda. Masing-masing teknik menggunakan mekanisme penyimpanan, fasilitas pengindeksan, tingkatan penguncian yang berbeda dan pada akhirnya akan memberikan rentang kemampuan dan fungsi yang berbeda pula. Dengan menggunakan teknik berbeda, Anda dapat memperoleh kecepatan proses tambahan atau manfaat tambahan yang akan meningkatkan keseluruhan fungsi dari aplikasi. Masing-masing teknik dan serangkaian fungsi di dalam sistem MySQL inilah yang disebut dengan storage engine atau table type.
Secara default, MySQL telah dilengkapi dengan sejumlah storage engine yang telah diprakonfigurasi dan diaktifkan di server MySQL. Dua storage engine MySQL yang paling umum digunakan adalah InnoDB dan MyISAM. InnoDB adalah storage engine default untuk MySQL versi 5.5 ke atas, sedangkan MyISAM adalah storage engine yang digunakan sebelum MySQL versi 5.5. Anda dapat memilih storage engine yang dapat digunakan pada server, database maupun tabel. Jika Anda tidak menentukan storage engine yang akan digunakan, storage engine default yang digunakan adalah yang sesuai dengan konfigurasi server MySQL. Berikut ini adalah berapa storage engine yang ada di MySQL versi 5.5:
o   InnoDB : merupakan storage engine yang aman untuk proses-proses transaksional pada MySQL yang memiliki kemampuan commit, rollback dan crash-recovery guna memproteksi data penguna. InnoDB menyimpan data pengguna dalam indeks-indeks yang terklaster (clustered indexes) untuk mengurangi I/O atas kueri umum (common queries) berdasarkan primary key. Guna mendukung integritas data, InnoDB juga mendukung Foreign Key untuk referential-integrity constraint. InnoDB adalah storage engine default untuk MySQL versi 5.5 ke atas.

o   MyISAM : merupakan storage engine default untuk MySQL sebelum versi 5.5 dan yang paling panyak digunakan pada data werehousing, Web dan lingkungan aplikasi lainnya. Beberapa contoh CMS (Content Management System) terkenal yang telah menggunakan MySQL diantaranya adalah Joomla, Wordpress dan Drupal.

o      Memory : merupakan storage engine yang menyimpan data di RAM untuk akses cepat terhadap pencarian data. Storage engine yang awalnya dikenal sebagai HEAP engine ini pemanfaatannya cenderung mengalami penurunan.

o    CSV : mulai ditambahkan di MySQL versi 4.1.4, merupakan storage engine yang menyimpan data dalam bentuk file text dan menggunakan pembatas koma untuk memisahkan format nilai. Anda dapat menggunakannya untuk bertukar data antar perangkat lunak yang mendukung format CSV.

o  Merge : merupakan storage engine yang memudahkan Administrator Database MySQL untuk mengelompokkan secara logis serangkaian tabel MyISAM yang identik dan mengacunya sebagai satu obyek.

o   Archive : mulai ditambahkan di MySQL versi 4.1.3, merupakan storage engine yang digunakan untuk menyimpan atau memperoleh informasi dalam jumlah cukup besar dari tabel-tabel yang tidak terindeks.

o         Blackhole : merupakan storage engine yang menerima tetapi tidak menyimpan data dan proses pengambilan data selalu tidak menghasilkan apapun (an empty set), digunakan dalam desain database terdistribusi dimana data otomatis direplikasi tetapi tidak disimpan.

o    Federated : mulai ditambahkan di MySQL versi 5.0, merupakan storage engine yang menawarkan kemampuan untuk menghubungkan server MySQL yang terpisah untuk membuat satu database logis dari banyak server fisik.

o    Example : merupakan storage engine yang berfungsi sebagai rintisan yang tidak melakukan apapun dan berfungsi sebagai contoh dalam kode sumber MySQL. Anda dapat membuat tabel menggunakan storage engine ini, tetapi tidak dapat digunakan untuk menyimpan ataupun mengambil data.


0

Kebutuhan Perangkat Lunak adalah kondisi, kriteria, syarat atau kemampuan yang harus dimiliki oleh perangkat lunak untuk memenuhi apa yang disyaratkan atau diinginkan pemakai.

Jenis perangkat lunak :
  1. Kebutuhan fungsional : kebutuhan yang berkaitan dengan fungsi atau proses transformasi yang harus mampu dikerjakan oleh perangkat lunak. contoh : perangkat lunak harus dapat menyimpan semua rincian data pesanan pelanggan
  2. Kebutuhan Antarmuka : kebutuhan yang menghubungkan perangkat lunak dengan elemen perangkat keras, perangkat lunak, atau basis data. contoh : perangkat untuk input data dapat berupa keyboard, mouse, dan scanner.
  3. Kebutuhan unjuk kerja : kebutuhan yang menetapkan karakteristik unjuk kerja yang harus dimiliki oleh perangkat lunak. contoh : perangkat lunak harus bisa mengolah data sampai 1juta record untuk tiap transaksi.


Diagram Aliran Data/Data Flow Diagram : Diagram untuk menggambarkan aliaran data dalam sistem, sumber dan tujuan data, proses yang mengolah data tersebut dan tempat penyimpanan data.

Aturan Pembuatan Diagram Aliran Data:
  1. Setiap proses wajib memiliki data masukan dan data keluaran, selain itu TERLARANG.
  2. Nama proses wajib menggunakan kata kerja
  3. Data store tidak boleh mengalir langsung dari/ke data store lain, harus melalui proses dulu.
  4. Data store tidak boleh mengalir langsung ke tujuan data/entitas, harus melalui proses dulu (idem dengan yang diatas)
  5. Nama data store harus menggunakan kata benda
  6. Entitas tidak boleh mengalir dari sumber data ke tujuan data, harus melalui proses (serba lewat proses deh pokoknya)
  7. Nama entitas harus menggunakan kata benda
  8. Aliran data hanya boleh memiliki satu arah aliran, aliran dua arah hanya boleh dimiliki antara proses dengan data store yang menunjukkan pembacaan dan peng-update-an data.
  9. Aliran data yang sama yang menuju beberapa proses, data store atau entitas data yang berbeda, boleh digambarkan bercabang
  10.  Aliran data yang sama yang dari beberapa proses, data store atau entitass data yang menuju satu proses tertentu boleh digambarkan bercabang.
  11. Aliran data tidak boleh mengalir ke dirinya sendiri
  12. Nama aliran data menggunakan kata benda.

  
Kamus data : merupakan suatu tempat penyimpanan (gudang) dari data dan informasi yang dibutuhkan oleh suatu sistem informasi. kamus data digunakan untuk mendeskripsikan rincian aliran data atau informasi yang mengalir dalam sistem, elemen data, file maupun basis data dalam DFD.
Spesifikasi Proses : merupakan metode yang digunakan untuk menggambarkan deskripsi dan spesifikasi dari setiap proses yang paling rendah yang ada pada sistem


0

Metode Pengumpulan Data
A. Sumber Data
Sumber data terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh peneliti secara langsung (dari tangan pertama), sementara data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada.
Contoh data primer adalah data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, kelompok fokus, dan panel, atau juga data hasil wawancara peneliti dengan nara sumber.
Contoh data sekunder misalnya catatan atau dokumentasi perusahaan berupa absensi, gaji, laporan keuangan publikasi perusahaan, laporan pemerintah, data yang diperoleh dari majalah, dan lain sebagainya.

B. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian, teknik pengumpulan data merupakan faktor penting demi keberhasilan penelitian. Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya, dan apa alat yang digunakan.
Jenis sumber data adalah mengenai dari mana data diperoleh. Apakah data diperoleh dari sumber langsung (data primer) atau data diperoleh dari sumber tidak langsung (data sekunder).
Metode Pengumpulan Data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode menunjuk suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaannya melalui angket, wawancara, pengamatan, tes, dkoumentasi dan sebagainya.
Sedangkan Instrumen Pengumpul Data merupakan alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.  Karena berupa alat, maka instrumen dapat berupa lembar cek list, kuesioner (angket terbuka / tertutup), pedoman wawancara, camera photo dan lainnya.

Adapun tiga teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah angket, observasi dan wawancara.
1.       Angket
Angket / kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya.
Meskipun terlihat mudah, teknik pengumpulan data melalui angket cukup sulit dilakukan jika respondennya cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan angket menurut Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2007:163) terkait dengan prinsip penulisan angket, prinsip pengukuran dan penampilan fisik.

Prinsip Penulisan angket menyangkut beberapa faktor antara lain :
Isi dan tujuan pertanyaan artinya jika isi pertanyaan ditujukan untuk mengukur maka harus ada skala yang jelas dalam pilihan jawaban.
Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan responden. Tidak mungkin menggunakan bahasa yang penuh istilah-istilah bahasa Inggris pada responden yang tidak mengerti bahasa Inggris, dsb.
Tipe dan bentuk pertanyaan apakah terbuka atau terturup. Jika terbuka artinya jawaban yang diberikan adalah bebas, sedangkan jika pernyataan tertutup maka responden hanya diminta untuk memilih jawaban yang disediakan.

2.       Observasi
Obrservasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). Teknik ini digunakan bila penelitian ditujukan untuk mempelajari perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan dilakukan pada responden yang tidak terlalu besar.

Participant Observation
Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatam sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
Misalnya seorang guru dapat melakukan observasi mengenai bagaimana perilaku siswa, semangat siswa, kemampuan manajerial kepala sekolah, hubungan antar guru, dsb.

Non participant Observation
Berlawanan dengan participant Observation, Non Participant merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.
Misalnya penelitian tentang pola pembinaan olahraga, seorang peneliti yang menempatkan dirinya sebagai pengamat dan mencatat berbagai peristiwa yang dianggap perlu sebagai data penelitian.

Kelemahan dari metode ini adalah peneliti tidak akan memperoleh data yang mendalam karena hanya bertindak sebagai pengamat dari luar tanpa mengetahui makna yang terkandung di dalam peristiwa.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain : lembar cek list, buku catatan, kamera photo, dll.

3.       Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara sumber atau sumber data.
Wawancara pada penelitian sampel besar biasanya hanya dilakukan sebagai studi pendahuluan karena tidak mungkin menggunakan wawancara pada 1000 responden, sedangkan pada sampel kecil teknik wawancara dapat diterapkan sebagai teknik pengumpul data (umumnya penelitian kualitatif)

Wawancara terbagi atas wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
Wawancara terstruktur artinya peneliti telah mengetahui dengan pasti apa informasi yang ingin digali dari responden sehingga daftar pertanyaannya sudah dibuat secara sistematis. Peneliti juga dapat menggunakan alat bantu tape recorder, kamera photo, dan material lain yang dapat membantu kelancaran wawancara.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara bebas, yaitu peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan yang akan diajukan secara spesifik, dan hanya memuat poin-poin penting masalah yang ingin digali dari responden.

Kelebihan dan Kekurangan dalam Teknik Pengumpulan Data
1.       Metode Observasi
Pengumpulan data dengan observasi langsung atau dengan pengamatan langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Pengamatan baru tergolong sebagai teknik mengumpulkan data, jika pengamatan tersebut mempunyai kriteria berikut:

Pengamatan digunakan untuk penelitian dan telah direncanakan secara sistematik.
Pengamatan harus berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah direncanakan.
Pengamatan tersebut dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu set yang menarik perhatian saja.
Pengamatan dapat dicek dan dikontrol atas validitas dan reliabilitasnya. Penggunaan pengamatan langsung sebagai cara mengumpulkan data mempunyai beberapa keuntungan antara lain :

Pertama. Dengan cara pengamatan langsung, terdapat kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku, pertumbuhan, dan sebagainya, sewaktu kejadian tersebut berlaku, atau sewaktu perilaku tersebut terjadi. Dengan cara pengamatan, data yang langsung mengenai perilaku yang tipikal dari objek dapat dicatat segera, dantidak menggantungkan data dari ingatan seseorang;

Kedua. Pengamatan langsung dapat memperoleh data dari subjek baik tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau yang tak mau berkomunikasi secara verbal. Adakalanya subjek tidak mau berkomunikasi, secara verbal dengan enumerator atau peneliti, baik karena takut, karena tidak ada waktu atau karena enggan. Dengan pengamatan langsung, hal di atas dapat ditanggulangi. Selain dari keuntungan yang telah diberikan di atas, pengamatan secara langsung sebagai salah satu metode dalam mengumpulkan data, mempunyai kelemahan-kelemahan.

2.        Metode Wawancara
Yang dimaksud dengan wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Wawancara dapat dilakukan dengan tatap muka maupun melalui telpon.

Wawancara Tatap Muka
Beberapa kelebihan wawancara tatap muka antara lain :
Bisa membangun hubungan dan memotivasi responden
Bisa mengklarifikasi pertanyaan, menjernihkan keraguan, menambah pertanyaan baru
Bisa membaca isyarat non verbal
Bisa memperoleh data yang banyak

Sementara kekurangannya adalah :
Membutuhkan waktu yang lama
Biaya besar jika responden yang akan diwawancara berada di beberapa daerah terpisah
Responden mungkin meragukan kerahasiaan informasi yang diberikan
Pewawancara perlu dilatih
Bisa menimbulkan bias pewawancara
Responden bias menghentikan wawancara kapanpun
Wawancara via phone

Kelebihan
Biaya lebih sedikit dan lebih cepat dari warancara tatap muka
Bisa menjangkau daerah geografis yang luas
Anomalitas lebih besar dibanding wawancara pribadi (tatap muka)

Kelemahan
Isyarat non verbal tidak bisa dibaca
Wawancara harus diusahakan singkat
Nomor telpon yang tidak terpakai bisa dihubungi, dan nomor yang tidak terdaftar pun dihilangkan dari sampel

3.       Metode Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah disusun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner tertutup) atau memberikan kesempatan responden menjawab secara bebas (kuesioner terbuka).
Penyebaran kuesioner dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti penyerahan kuesioner secara pribadi, melalui surat, dan melalui email. Masing-masing cara ini memiliki kelebihan dan kelemahan, seperti kuesioner yang diserahkan secara pribadi dapat membangun hubungan dan memotivasi respoinden, lebih murah jika pemberiannya dilakukan langsung dalam satu kelompok, respon cukup tinggi. Namun kelemahannya adalah organisasi kemungkinan menolak memberikan waktu perusahaan untuk survey dengan kelompok karyawan yang dikumpulkan untuk tujuan tersebut.

Etika dalam Pengumpulan Data
Beberapa isu etis yang harus diperhatikan ketika mengumpulkan data antara lain :

Memperlakukan informasi yang diberikan responden dengan memegang prinsip kerahasiaan dan menjaga pribadi responden merupakan salah satu tanggung jawab peneliti.
Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat penelitian kepada subjek. Dengan demikian, peneliti harus menyampaikan tujuan dari penelitian kepada subjek dengan jelas.
Informasi pribadi atau yang terlihat mencampuri sebaiknya tidak ditanyakan, dan jika hal tersebut mutlak diperlukan untuk penelitian, maka penyampaiannya harus diungkapkan dengan kepekaan yang tinggi kepada responden, dan memberikan alasan spesifik mengapa informasi tersebut dibutuhkan untuk kepentingan penelitian.
Apapun sifat metode pengumpulan data, harga diri dan kehormatan subjek tidak boleh dilanggar
Tidak boleh ada paksaan kepada orang untuk merespon survei dan responden yang tidak mau berpartisipasi tetap harus dihormati.
Dalam study lab, subjek harus diberitahukan sepenuhnya mengenai alasan eksperimen setelah mereka berpartisipasi dalam studi.
Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka, baik secara fisik maupun mental.
Tidak boleh ada penyampaian yang salah atau distorsi dalam melaporkan data yang dikumpulkan selama study.


Referensi :
Uma Sekaran. 2006. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Jakarta : Salemba Empat



0
ANALISIS dan DESAIN SISTEM INFORMASI


A.   Pengertian Analisis Sistem (system analis)
Penguraian dari suatu system informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.
Tahan Analisa Sistem ini dilakukan setelah Tahap Perencanaan system (system planning) dan sebelum tahap desain system (system design).Tahan Analisis juga m erupakan tahapan yang kritis dan pentin, Jadi jika ada kesalahan di tahapan ini akan menyebabkan kesalahan di tahap selanjutnya.
B.   Langkah-langkah di Analisis
Langkah-langkah pada tahapan ini sama pada tahapn perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang lingkup,yaitu: Penelitian yang dilakukan oleh analisis system merupakan penelitian (terperinci),sedang di perencanaan system sifatnya hanya penelitian pendahuluan.
Langkah-langkah dasar analisis sisitem
  1. Identify: mengidentifikasikan masalah
  2. Understand: memahami kerja dari system yang ada
  3. Analyze: mengaanalisa system
  4. Report: membuat laporan hasil analisis
 C.   Pengertian Desain Sistem
Tahapan desain system ini memikirkan bagaimana menggambarkan sistem dari mendapatkan gambaran pada tahap analisis sistem.
DESAIN SISTEM Dibagi menjadi dua bagian:
  1. Desain Sistem Scr. Umum/ General Systems Design, atau disebut conceptual design.
  2. Desain Sistem Terinci, atau disebut physical design.
Yaitu: Memperhatikan peralatan yang dibutuhkan.
Arti Desain
  1. Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
  2. Pendefinisian dari kebutuhan fungsional.
  3. Persiapan untuk rancang bangun implementasi
  4. Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
  5. Dapat berupa penggambaran, perencanaan & pembuatan sketsa/pengaturan dari beberapa elemen yg terpisah ke dlm satu kesatuan yg utuh & berfungsi.
  6. Termasuk menyangkut mengkonfirmasi komponen-komponen perangkat lunak & perangkat system keras dari suatu sistem
  
D.   Tujuan Desain
  1. Untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem
  2. Untuk memberikan gambaran yg jelas & rancang bangun yg lengkap kpd pemrogram komputer & ahli-ahli teknik yg lain, yg terlibat
Agar Tujuan tercapai, analis sistem hrs mencapai sasaran:
  1. Desain Sistem harus berguna, mudah dipahami & nantinya mudah digunakan.
  2. Desain Sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan, sesuai dengan yg telah didefinisikan pd tahap perencanaan sistem.
  3. Desain Sistem harus efisien & efektif utk dapat mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen & mendukung keputusan yg dilakukan manajemen.
  4. Desain Sistem harus dpt mempersiapkan rancang bangun yg terinci, yg terdiri antara lain: data, informasi, file, metode-metode, prosedur, SDM, H/W, S/W.
  
E.   Personil yang Terlibat
Pekerjaan desain sistem dilakukan oleh analis sistem, & personil teknik lain, seperti: spesialis pengendalian, personil penjamin kualitas, spesialis komunikasi data, dll.
Bagaimana dgn USER?
User harus dilibatkan dalam tahap desain, krn dapat mengkaji ulang komponen sistem yg didesain. Contohnya: laporan & bentuk tampilan dari sistem.
F.    LANGKAH Siklus Pengembangan Sistem (SDLC)

  1. Survay : Bisa berbentuk Wawancara, Angket dan Penelitian.
  2. Analisis: Transaksi
  3. Desain
  4. Program( coding)
  5. Testing (Uji coba)
  6. Implementasi : Coba untuk dijalankan
  7. Dokumentasi :
  8. Dikembangkan (kembali ke proses awal)
 Atribut pada Data Flow Diagram
 
Ket :
Proses yang tidak boleh jika sesame atribut pasif berkoneksi, harus menggunakan antribut proses, maka akan benar menjadi proses atau sesame antribut aktif (proses ke proses).








0
Movicwon Art. Diberdayakan oleh Blogger.